Kanker Paru Non Sel Kecil (Tahap 1) – Gejala, Diagnosis, Tahapan dan Pengobatan

Gejala

Stadium 1 kanker paru-paru sel non-kecil (NSCLC) dapat hadir pada pasien tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Biasanya didiagnosis ketika dokter memerintahkan pasien untuk mengambil X-ray dada yang sering dikaitkan dengan penyakit lain. Gejala mungkin termasuk: batuk terus-menerus (batuk perokok), sesak napas, mengi, dan bronkitis berulang atau pneumonia. Pada tahap awal ini, gejala lain biasanya tidak ada pada penderitanya.

Diagnosa

Tahap 1 NSCLC terlokalisasi (terdapat di dalam paru-paru) dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain di dalam tubuh.

Tahapan

– 1 Kanker terlokalisir di dalam paru-paru tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.

– 1A (tumor berdiameter 3 cm atau kurang).

– 1B (tumor berdiameter 3-5 cm).

Tahap-tahap ini juga dapat dijelaskan dengan sistem yang disebut TNM (T = ukuran tumor, N = node, dan M = metastasis [spread of cancer]). Contoh:

– 1A (T1N0M0) Berarti bahwa tumor kurang dari 3 cm (T1), tanpa nodus (N0), dan tidak ada metastasis (M0).

– 1B (T2N0M0) Berarti bahwa tumor lebih besar dari 3 cm (T2), tanpa nodus (N0), dan tidak ada metastasis (M0).

Pengobatan

Pembedahan biasanya dianggap sebagai pilihan utama untuk pengobatan kanker paru stadium 1 di mana pengangkatan tumor dapat dilakukan melalui berbagai teknik yang berbeda. Teknik-teknik ini mungkin termasuk: segmentektomi (pengangkatan segmen kecil paru-paru), lobektomi (pengangkatan lobus paru-paru), atau pneumonektomi (pengangkatan seluruh paru).

Operasi thoracoscopic dengan bantuan video (VATS) dapat digunakan ketika lokasi tumor sulit dijangkau menggunakan operasi tradisional, atau ketika kesehatan umum pasien tidak dalam kondisi terbaik dan menganggap bahwa pasien tidak akan dapat mentolerir prosedur pembedahan penuh. VATS juga kurang mengganggu pasien daripada operasi tradisional.

Jika kanker dianggap tidak bisa dioperasi, terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobatinya.

Stereotactic body radiosurgery (SBRS) adalah salah satu perawatan yang dapat dipertimbangkan. Di sinilah pasien pertama kali diimobilisasi dalam bingkai untuk menghentikan gerakan apa pun, kemudian teknik pencitraan komputer digunakan untuk mengidentifikasi secara tepat di mana sel-sel kanker. Sel-sel ini kemudian dihancurkan dengan diberi dosis radiasi yang tinggi.

Terapi radiasi konvensional biasanya tidak direkomendasikan dengan kanker paru Tahap 1A, meskipun dengan Tahap 1B, kemoterapi adjuvan (kemoterapi yang digunakan setelah operasi untuk mematikan sel kanker yang tersisa) dapat ditawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *