5 Tanda Bahwa Hubunganmu Bahagia dan Bisa Bertahan Untuk Waktu Lama

Memiliki pacar memang menyenangkan. Selalu terdapat yang dapat menjadi rekan bicara dan berbagi keluhan. Namun, mempunyai seorang pendamping juga dapat mengubah kepribadian dan membelokkanmu ke arah yang negatif. Sadar tidak sadar, anda sudah terjebak dalam hubungan yang tidak cukup sehat.

Apakah anda merasa yakin bahwa kini hubunganmu memang benar-benar sehat dan bahagia? Atau malah kamu belum tahu ciri hubungan yang sehat tersebut seperti apa? Yuk, simak penjabaran Hipwee agar kamu dapat mempunyai hubungan yang sehat bareng dengan pasanganmu.

1. Duniamu tak melulu berputar di sekelilingnya. Di samping dia, anda masih mempunyai kawan-kawan dekat yang sama dapat diandalkannya.

Seringnya, berada di suatu hubungan menciptakan seseorang tak sempat diri. Tanpa disadari anda lebih senang menguras waktu bareng pacar dan mulai meninggalkan kawan-kawan yang telah berjasa mendampingi perjalanan hidupmu sekitar ini. Bahkan, anda sering mengurungkan janji bareng teman melulu demi mendampingi pasangan sebab tidak hendak membuatnya kecewa atau tercebur pertengkaran yang tidak perlu.

Jika anda berada di hubungan yang sehat, anda tidak perlu mengerjakan semua itu. Hidupmu seimbang sebab semua orang mempunyai porsinya masing-masing, tergolong pacar dan teman-temanmu. Porsi masa-masa yang anda miliki guna sang kekasih, kawan-kawan, serta waktu guna diri sendiri nyaris sama banyaknya. Inilah kunci hubungan yang sehat. Kamu dan pasangan tidak hanya harus saling berduaan, sebab masih ada kegemaran serta teman-teman yang masih memerlukan kalian sebagai seorang individu, bukan sebagai kesatuan.

2. Mempunyai pacar tidak membuatmu manja dan merasa harus bergantung sepenuhnya. Jika dituntut situasi-kondisi, anda mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Memiliki seseorang yang dapat diajak berbagi beban kehidupan memang menyenangkan. Selalu terdapat punggung lapang sebagai lokasi bersandar dan telinga yang sedia mendengar. Kamu mempunyai seseorang yang selalu dapat diandalkan dalam segala kondisi. Walaupun demikian, urusan ini tidak mesti membuatmu maupun pasangan berubah manja dan tidak jarang kali bergantung satu sama lain. Manja pasti boleh saja tetapi dengan dosis yang tepat sampai-sampai tidak menjadi pemberat untuk salah satu pihak. Lagipula, bukankah mampu berjuang dengan tangan sendiri adalahhal yang lebih membanggakan diri?

3. Kamu benar-benar memandangnya sebagai kekasih, bukan ayah atau ibu yang mesti memberi izin masing-masing kamu berkeinginan pergi.

Jika anda berada di hubungan yang bahagia dan melegakan, anda tidak perlu tidak jarang kali meminta persetujuan dari pasangan. Apalagi ketika berkeinginan pergi, anda tidak perlu pun membatalkan janji melulu karena tidak disetujui. Memberi tahu keberadaanmu barangkali perlu sewaktu-waktu demi dalil keamanan, tetapi untuk meminta izin tersebut berlebihan.

Selalu meminta izin Tempatbet55 untuk pasangan sebelum mengerjakan sesuatu dapat jadi tanda bahwa kalian tak punya lumayan rasa saling percaya. Ini dapat juga tanda bahwa di antara dari kalian hendak mengekang yang beda secara berlebihan. Padahal untuk dapat menjadi bahagia, diperlukan rasa saling percaya. Memberi kebebasan untuk pasangan ialah simbol dari rasa percaya itu.

4. Kamu tidak butuh repot menyuruhnya guna akrab dengan rekan atau keluarga. Mungkin justeru dia yang menawarkan diri guna melakukannya.

Ketika anda berada di suatu hubungan dengan orang yang tepat, anda tidak butuh merasa risau bakal tanggapan orang-orang terdekatmu bakal dirinya. Dengan sendirinya, pasanganmu dapat menyesuaikan diri dan mencampur dengan family serta kawan-kawanmu. Bahkan, anda tidak butuh bersusah payah untuk membulatkan mereka sebab pasanganmu mempunyai kesadaran sarat untuk membuatmu bahagia. Yang butuh dia lakukan ialah bergabung dengan orang-orang urgen yang telah terlebih dahulu sedang di hidupmu.

“Tadi ibumu nelpon aku, katanya anda nggak angkat telepon dari dia dari tadi pagi.”

“Lho, kok ibuku tahu nomor kamu?”

“‘Kan ibuku sama anda sering SMS-an… Hehehe.”

5. Demikian pula, menolong saudara atau temannya anda lakukan dengan sukarela. Bagimu mereka sudah laksana keluarga.
dia sudah dapat membaur dengan sendirinya

Begitu pula sebaliknya, saat pasanganmu dapat membaur dengan orang-orang kesayanganmu, kamu pun mudah mendekatkan diri dengan family dan kawan-kawannya. Ketika mereka meminta bantuan, anda tidak bakal segan dan sesegera menyingsingkan lengan guna mengulurkan tangan. Kamu telah merasa bahwa keluarganya ialah keluargamu dan teman-temannya pun adalahteman-temanmu. Tidak melulu mengambil hati pasangan, kamu pun harus sukses mengambil hati orang-orang terdekatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *